Mengapa?

Aku mengetik di sini, selalu ada keluh kesah yang terpendam, yang tak mampu semuanya ku ucap lewat kata-kata.

Aku merasa masih sanggup berdiri, namun mengapa kakiku merasa rapuh.
Aku merasa masih sanggup tersenyum, namun mengapa mataku selalu merasa berair.

Selalu tentang aku di sini, jadi jangan bosan dengan keluh kesahku.

Hari ini, menurut mereka, suasana hatiku sedang baik. Tapi aku tahu, mereka buta dari lahir untuk membaca hati seseorang.

Entah buta memang tak peka, atau buta yang tidak mau tahu.

Pikiranku kemana-mana.
Pikiranku ingin menghilang,

Ya intinya ingin menghilang.

Disamping itu, aku merasa ada sesuatu yang salah di dalam diri aku. Dari dulu, sih. Cuman aku semakin tersadar dengan seorang public figure yang membagikan kisah manis asmaranya di media sosial. Dan aku sangat tersentuh.

Sebenarnya sudah banyak orang yang kisah hidupnya membuatku terharu, dan semakin menilai pada diriku sendiri bahwa ada yang salah di dalam diriku.

Pikiranku penuh dengan kata "sampai kapan aku harus begini terus?"

Entah aku butuh perubahan, atau aku hanya merasa iri.

Aku tahu, semua orang butuh proses, dan aku tahu, semua orang punya jalan hidupnya masing-masing.

Dan yang terpenting, semua orang punya jati dirinya tersendiri.

Tapi untuk mengikuti yang seharusnya, menurutku mungkin kita harus menyamai persepsi agar semuanya baik.

Tentu persepsi yang memang baik pula.




Aku hanya merasa bingung,
Aku butuh pencerahan,
Dan ini bukan tentang alam,.

Tapi antara tatapan saling tatapan,
Di tempat yang sunyi,
Untuk menyegarkan diri, pula meminta bantuan cari jalan keluar
Atas pikiran rumitku.




Purwakarta, 10/07/2020 - 20.21
Di meja kerja, di sampingnya atasan dari atasan, dan aku mengetik ini dengan keadaan bingung.

Comments