Random Juni

Nggak tau, rasanya lagi pengen ngetik, tapi nggak tau inti apa dan bagaiman yang ingin aku curahkan di sini.

Menuju jam 11 malam, di tanggal dua puluhan. Pikiran aku sedang nano-nanonya. Banyak pikiran yang membuat cabang resah ini semakin menjadi. Semua tentang cerita-cerita yang sudah aku ceritakan di beberapa postingan lalu.

Sudah berapa kali ya, aku mengeluh? Sepertinya sangat sering. Dalam pikiran sih, seringnya, dan jarang aku ungkapkan dengan blak-blakan dalam bentuk tulisan dan topik pembicaraan. Bahkan sampai saat ini, aku belum berani untuk membuka topik itu lagi ketika sedang berada dalam lingkungan keluarga. Because i have a million reasons why to stay, and a million reasons why to leave.

Maaf bahasa inggrisku emang belum secantik yang kalian pikir.

Awal bulan ini, kuhabiskan waktu dengan menangis. Awal bulan yang sangat menyiksa.

Pertama, awal bulan adalah waktuku menuju datang bulan. Segala gejalanya akan dirasakan di awal bulan, dan itu menyakitkan secara lahir dan batin. Ditambah belum ada asupan hijau-hijau yang ditangkap oleh mataku, ditambah lagi kerjaan yang bikin tiba-tiba stres mendadak, kek belum bisa terima bahwa ternyata bakal se bar-bar itu kerjaan haha.

Aku punya dua whatsapp; pribadi dan business, sampai aku nonaktif yang pribadi kek dicopot aplikasi gitu selama 2 hari, lalu aku pasang lagi.

Sampai salah satu orang kemimpiin, saking rindunya.

Aku kangen sama salah satu orang, udah nggak ketemu 6 bulan, dan aku sangat merindukan keadaan dia.

Yha bucin, lanjut.


Akhirnya di akhir pekan awal bulan, aku merencanakan sebuah agenda jalan-jalan ke Parang Gombong. Aku pergi ke sana bersama mantan teman kerjaku. Awalnya dia adik kelas aku, sih, terus dia jadi temen kerja satu jabatan tapi beda cabang gitu, dan dia mengundurkan diri, tapi kita masih senang berkontak, bahkan kadang kalo waktu kami lagi berjodoh, bisa tuh beberapa jam habis buat ngobrol sembari hunting foto. HAHAHA maaf, cewek emang gitu kan.

Lalu akhir pekan minggu ke dua, aku mengajak teman cowokku untuk hunting foto sembari ngobrol ringan di perbatasan Sagalaherang - Lembang. Awalnya dia teman curhat sih, terus jadian, terus putus, terus nyambung, terus putus lagi, sempet musuhan, tapi akhirnya jadi teman baik. Dengan kondisi cuaca yang labil, tapi untungnya nggak hujan. Aku senang banget karena bisa berfoto ria ke kebun teh lagi, walau seharusnya aku pergi dengan temanku yang pekan lalu ajak aku main itu.

Tapi tak apa, aku sangat senang. Capek tiap di jalan debat mulu, ujung-ujungnya perut malah sakit, dibikin tawa mulu soalnya.

Indahnya temenan sama mantan. HAHAHA. Ampun duh.

Dan kemarin, aku bertemu dengan dua teman masa SMK ku. Dulu aku sering bersama mereka, kek istirahat bareng, curhat bareng, makan bareng, ngerumpi bareng, pokoknya rame. Dan akhirnya, aku bertemu mereka lagi, disaat sebelumnya salah satu dari mereka mengontakku lewat Facebook untuk minta nomor WA, dan tercetus meet up tersebut.

Pas eksekusi, kami sangat banyak cerita, tentang tugas akhir, keluhan kerjaan, ada yang sirik, ceritain orang baik, ngejulidin masa lalu, ah banyak deh. Sambil makan, kami sambil berbincang. Dan nggak kerasa banget sampai waktu harus memisahkan kami kembali, dan aku ikut pamit untuk kembali ke rumah.

Itu di jam siang kemarin. Sorenya, temanku yang kemarin mengajakku ke Parang Gombong, mengajakku jalan-jalan sore ke sebuah rumah sakit wisata dekat rumahku. Aku sangat menikmati pemandangan itu. Seperti biasanya, kami pun bergantian foto dengan objek pemandangan yang cantik itu.

Dengan pulang sebelum Isya, rasanya hari kemarin bahkan terasa lebih capek dibanding main-main sebelumnya. Itu terbukti dengan saat aku bangun pagi hari ini, mataku sulit sekali untuk dibuka. Tak tahu kenapa. Dan aku mengetik tulisan ini sambil menahan rasa sakit di kepalaku. Tak tahu apa yang terjadi di sudut otak ini.

Aku cuman ngerasa, keknya aku jalan-jalan full selama tiga minggu ini efek corona deh. Tapi aku sangat ingin untuk pekan ingin #DiamDiRumahSaja. Capek juga jalan-jalan tuh. Mungkin nanti bulan besok bisa dihajar lagi hahaha.

Sudah jam 11 malam. Aku senang akhirnya bisa menyelesaikan tulisan random ini. Tidak ingin terlihat bucin sepenuhnya, tidak ingin mengeluh juga seperlunya. Karena kita sendiri tahu bagaimana membuat nyaman terhadap lingkungan sekitar. Jaga diri terus dengan baik ya, aku dan kamu!

Comments