Rasa Menusuk Tulisan

Aku nggak tau kenapa hari ini, detik ini, membuka website blogger dan menulis ini.

Keadaan hatiku sedang kalut, cemburu, mumet, kedinginan, mengantuk, dan rasanya semua aura negatif sedang aku rasakan detik ini.

Aku tidak menulis apapun ceritaku di bulan April. Sebulan penuh itu kuhabiskan waktuku dengan bekerja dan belajar. Sesekali dihabiskan untuk makan, main hp, ibadah, dan selebihnya tidak perlu diketahui. Perasaan nano-nano itu selalu aku coba kaver dengan senyum. Aku pernah baca bahwa ketika jika memaksakan untuk tersenyum, maka seluruh otot dan syaraf akan menyampaikan ke otak untuk membuat seluruh tubuh merasakan aura positif.

Tapi entah hari ini aku tidak ingin tersenyum untuk hal apapun. Karena hari ini, sampai detik ini, aku belum merasakan apapun untuk merasa lebih baik dari hari kemarin.

Aku tidak ingin bilang bahwa aku sedang hancur, karena nyatanya tubuhku utuh. Tapi aku merasa ada yang retak, walau tak berwujud, dan entah mengapanya.
Aku tidak ingin bilang bahwa aku menyerah, karena nyatanya sekarang aku sedang menulis ini, untuk membuatku kembali kuat. Dan aku masih coba untuk melanjutkan ketikan ini.
Aku tidak ingin bilang bahwa aku ingin mengakhiri. Aku tidak punya kuasa untuk itu,

Aku merasa, mengapa hal ini berat?
Apa aku bisa kembali ke masa kecilku dulu?

Tapi nyatanya, aku sudah dewasa. September nanti, aku berumur 22 tahun. Kalau kata 22-nya Taylor Swift, semuanya akan baik-baik saja.

Aku masih belum bisa merasa lebih baik, mungkin aku harus menceritakan sedikit.

Dan pasti kalian sudah tidak asing bahwa aku selalu merasa tidak aman pada diriku sendiri.

Suatu hari, aku berpikir kepada diriku sendiri, apa yang menariknya dalam hidup aku?

Di pandangan orang lain, aku terlalu menutup diri.
Tidak, aku tidak ingin menyalahkan diriku sendiri, hanya saja aku terlalu nyaman dengan sikap introvert-ku yang senang mengisi energi sendirian. Ya, aku terlalu nyaman sendiri.
Mungkin aku sudah mulai merasa kesepian.

Tapi mengapa, aku masih acuh?

Aku merasa diriku sedang kacau. Aku tau, sisi lainku mengatakan bahwa diriku tidak sepenuhnya begitu. Tapi kadang aku membenci pikiranku sendiri bahwa aku kehabisan cara untuk mengubah diriku untuk menjadi sosok yang bermanfaat untuk orang-orang yang ingin aku banggai. Aku akui, aku mengagumi diriku sendiri. Aku selalu melakukan hal apapun agar aku merasa dicintai oleh diriku sendiri. Tapi mengapa aku tidak bisa membuat orang lain bangga bahwa mereka memilikiku juga?

Aku tahu, bahwa cinta itu, yang penting indah dirasai untuk diri sendiri. Tapi aku merasa bahwa... entahlah.
Mungkin aku benar, ada yang salah dari diriku. Dengan pikiranku.

Mungkin aku hanya iri. Mungkin pengakuanku yang mengatakan bahwa aku mengagumi diriku sendiri hanyalah separuhnya.

Sisanya? entah kemana.



Tapi yang aku tahu, aku cuman harus bisa untuk menjalani hidup. Just keep breathin', kalau kata Ariana Grande. Meskipun aku needy banget. Aku kadang selalu merasa bersalah sama diriku sendiri, mambuat diriku sendiri kalut dengan kekuranganku, dengan segala sikapku yang mungkin membuat banyak orang terluka...

Tapi semoga, setelah ketikan ini,
Aku tidak melukai diriku sendiri.

Cukup aku menusuk tulisan ini saja.

Comments