Sehari Sebelum Bertambah

Sehari Sebelum Bertambah, atas dikurangi beban pekerjaan yang minggu lalu seperti diringankan karena kewaspadaan adanya virus COVID-19. Aku harus siap menghadapi segudang kesibukan, yang entah bagaimana akan berjalan. Apalagi aku melihat peraturan waktu yang membuat aku harus berpikir lebih cerdik dan cekatan bagaimana bisa melewati semua peraturan itu. Semoga aku bisa.

Sehari Sebelum Bertambah, atas kegiatan baruku selama 2 bulan; ya, aku mulai belajar lagi, alhamdulillah dengan mata kuliah yang semoga-ini-bisa-buat-aku-santai-dengan-diriku-sendiri. Setelah bolak-balik konsultasi ke tante akibat keinginan gilaku yang ingin cuti, tapi akhirnya aku putuskan untuk meringankan diriku sendiri untuk belajar di semester ini. Semoga diriku bisa.

Sehari Sebelum Bertambah, atas... entahlah, hidupku bisa dibilang berkurang umur di dunia, dan bertambah umur di bilangan. Akan banyak hal nano-nano yang nggak bisa dibayangkan apa yang akan dihadapi oleh diriku. Perasaaan tak aman yang berlebihan kadang bisa bikin sakit, yang harusnya itu tidak perlu aku pikirkan... tapi masih seringkali teringat. Aku selalu berusaha untuk mengatasi itu sendiri. Semoga aku bisa.

***

Kalau dipikir-pikir, setiap paragraf, aku gunakan kalimat "sehari sebelum bertambah" dan diakhiri dengan kata "semoga aku bisa", aku sudah meyakinkan diriku sendiri bahwa semua ini akan baik-baik aja ketika dijalani. Selalu aku bantahi semua ketakutanku dengan balasan "itu hanya akan terjadi dalam pikiranmu".

Ya, aku harus sering tarik nafas panjang dan buang perlahan setelahnya agar emosi kesabaranku terkendali.

Semoga aku bisa.

Comments