Tetap Waspada

Waspada, tapi tidak takut.

Begitulah hampir semua orang menenangkan diri sendiri dan yang dikatakan oleh mereka juga ke sesama.

btw ini kata ku aku diucapin terus hari ini, biar bawaanya calm down

Sudah dari awal Maret, Indonesia mengumumkan warganya mulai terkena virus COVID-19. Sebenarnya, dari awal Januari 2020 aku sudah mulai waspada dengan adanya virus ini. Aku mengikuti beritanya dari awal virus itu menyebar mulanya di Wuhan, sampai menyebar ke banyak negara; termasuk Indonesia. Waspadaku ini hanya diam saja, tapi aku bertindak mulai dari beli masker 2 dus; yang posisinya sekarang ada di rumah dan aku hanya bawa sekenanya, serta beli hand sanitizer sekenanya juga.

Hari ini, di grup whatsapp bisnisku ramai karena menginstruksikan kantor membeli masker dan hand sanitizer untuk berjaga-jaga karena sudah mulai menyebar di berbagai daerah, apalagi kotaku sudah ada yang positif terjangkit COVID-19. Sekali lagi, saya tidak takut tetapi saya waspada. Aku sebenarnya sedikit takut, bukan karena takut diriku tertular... Aku bukannya percaya diri, tapi aku semaksimal mungkin membuat daya tahan tubuhku kuat dan jaga pola hidup agar kebal dengan virus itu. Aku takut keluarga aku yang kena...

Bukan hanya di grup whatsapp bisnis saja yang ramai; tetapi grup whatsapp kampus, status whatsapp, bahkan sampai beranda media sosialku penuh dengan topik itu. Menyuruh orang-orang untuk #diamdirumah, anak-anak sekolah sampai kuliahan diinstruksikan untuk belajar di rumah yang berdampak adanya sistem belajar jarak jauh serta ujian diundur. Mungkin lebih dari itu.

Konser-konser, tempat wisata banyak yang ditutup untuk mengurangi orang banyak yang berdiam di tempat yang rawan, bahkan film yang kutunggu; Furious 9 diundur tayang menjadi tahun depan karena ini. Potek beud tida si... :')

Tapi bagaimanapun, semuanya ada hikmahnya, entahlah ini namanya hikmah atau apa, tapi, tetap, semuanya harus hati-hati dengan diri sendiri dan orang lain. Jangan takut.... jangan... takut.

Hei, kalian, jaga diri baik-baik ya! Maaf aku cuman bisa mengingat lewat kata-kata saja, soalnya aku sibuk mengurus diri sendiri. :(

Jadi, bagaimana cerita dan responsmu dengan suasana hari ini?

Comments

  1. Untuk menangkan diri, memang kata2 itu juga yang beberapa kali dipikirkan. Namun, selain anjuran yang mengingatkan hal baik tersebut, diam di rumah dan jaga kebersihan, di media sosial dan kenyataan lingkungan kosan saya juga ada yang nyebarin sebaliknya. disuruh keluar, jangan takut virus. virus ini hanya dpktrin agar ibadah berkurang. bla bla bla

    kita memang nggak mengikuti instruksi salah tersebut, tapi banyak juga orang2 yang kesadaran akan kesehatannya kuran dan ego keimanannya tinggi malah ikut2an berorasi. dicap tak beriman kalo gak mau ngumpul. Entah bagaimana selanjutnya, pokoknya, semoga pandemi ini lekas teratasi.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih yang telah berkunjung dan membaca isi blog ini. Pesanku, berkomentarlah dengan bijak, bukan karena ingin "promosi".