Seandainya Esok Bukan Hari Rabu

Seandainya Esok
Bukan hari Rabu,
Mungkin hari ini aku akan merasa damai dengan diri.

Seandainya Esok
Bukan hari Rabu,
Mungkin malam ini aku akan memilih untuk menghabiskan sisa hari untuk merenungkan semua hal yang terjadi.

Seandainya Esok
Bukan hari Rabu,
Mungkin malam ini aku akan berdiam diri sejenak di depan halaman hanya sekadar melihat dari kejauhan alam malam yang sedang cantik ini.

Mungkin aneh karena aku seakan memojokkan Rabu. Tetapi jikalau esok bukan hari yang sangat menguras segalanya dalam diriku, aku tidak akan berkilah seperti ini.

Tapi, dibalik semua curahan kacau Rabuku,

Hari ini, awal bulan Februari, beberapa menit terakhir di hari Selasa, dengan perasaan kalut dan sendu--mungkin terasa dominan seperti itu--dan dengan suara serangga yang membuat malam ini sunyi dan syahdu.
Kumengetik sepucuk perasaan dalam ketikan yang entah akan dinilai seperti apa,

Tanpa tanggung tapi penuh ragu untuk mengungkapkannya,

Seandainya Saja,
Hari Esok,
Aku bisa ada di sampingmu,
Dengan status memilikimu dengan legal.

Tapi mungkin,
Setelah pikiran gila itu tercetus,

Untuk saat ini cukup aku bisa memilikiku sendiri, tanpa ragu, dan tanpa halangan apapun.

Dan... Aku merindukanmu, seseorangku. 🌝

Comments