Malam Hari Di Pesisir Pantai

Pangandaran, 7 Januari 2020
Begitulah poster yang tercantum dalam rangka Family Gathering-ku kali ini.

Jam 19.20, saat ku mengetik ini, aku sedang duduk sendirian di pesisir pantai, belakang Saraga Bar.
Aku cukup muak dengan suara riuh tak karuan itu. Jika kamu introvert, mungkin kamu akan berpikir hal yang sama.

Sebenarnya, aku teringat sesuatu hal yang, nano-nano.

Tahun 2018 lalu, sebelumnya aku pernah ke tempat ini bersama 3 orang lainnya. Mengendarai motor, menghabiskan banyak waktu di jalanan. Aku masih ingat betul dari perjuangan, sampai ada ribut perselisihan yang tak karuan.
Sudahlah, aku tak ingin bahas banyak di sini tentang masa lalu itu.

Tapi aku mau mengungkapkan sesuatu di sini bahwa... Aku kurang untuk suka berjalan bersama-sama untuk berbicara apalagi having fun, i don't know why, mungkin karena aku merasa dikucilkan ketika bersama orang banyak. Aku selalu berjalan tak karuan sendirian. Hari inipun ku habiskan waktuku untuk menikmati suara ombak, ataupun mengecek notifikasi media sosial di handphone. Aku tak perlu dikasihani, karena aku memang suka seperti itu.

Pula halnya dengan aku senang duduk sendirian di pesisir pantai, ketika yang lainnya sedang menikmati acara, aku malah melarikan diri untuk mendengar indahnya suara ombak. Kapan lagi aku bisa ke sini? Jadi aku harus menghabiskan waktuku, di tempat ini; tempat yang kududuki, selagi aku bisa.

Aku mulai mengubah gaya hijabku; memulai menutup ponselku untuk melindungi layar dan kepalaku; karena mulai sedikit rintik hujan.

Pangandaran, maafkan karena masa lalu yang dulu pernah kuciptakan denganmu cukup mengacaukan. Sebagai gantinya, aku sedang dalam sendu.

Aku merindukan seseorang yang jauh di sana.

Comments