Aku Payah

12.15
Aku sedang duduk sendiri di tempat salat, di suatu sudut kamar dan, aku mengetik ini di ponselku.

Selalu, ketika mengetik ini, aku pasti mempunyai perasaan yang tak mudah dijelaskan lewat kata-kata, dan aku akan mencari aplikasi blogger dan mengetiknya. Padahal blogger sudah aku dicopot minggu lalu karena memori internalnya penuh.

***

Minggu lalu dan minggu ini sangat menguras tenaga, aku kuat pertahanan di minggu lalu, tapi hari kemarin sampai hari ini semuanya hancur, aku pusing, hampir menyerah, nggak tau harus berpikir positif macam apa lagi yang harus aku terapkan di pikiranku. Aku tahu ini salah aku. Salahku tak memaknai dengan benar arti komunikasi, salah akalku yang tak bisa menyeimbangkan emosi dan hal yang harusnya subjektif, salahku yang disangka menunda waktu, salahku yang mungkin kesannya menyalahkan diriku sendiri tak bisa mengatur waktu dengan baik, dan salahku yang tak bisa lebih hati-hati.

Rasanya aku benar-bener ingin mencabik diriku, rasanya ingin mati, tapi aku tahu pikiran jahat itu hanya ada di pikiranku, hatiku seakan menyuruhku selalu legowo dengan apapun yang terjadi. Tapi entah, hari ini, sambil kumengetik ini, mengapa rasanya aku ingin mengurung diri sampai aku ditemukan....

Ah, semoga itu hanya pikiran liarku.

Hari ini, aku masih berkutik dengan pekerjaan formalku; berusaha menyingkirkan semua rasa-rasa bersalah pada diriku sendiri dan orang lain, namun mengapa rasanya sulit untuk menghilangkan overthinking ini. Air mataku masih kaku untuk melepaskan rasa canggung ini. Aku ingin beranjak untuk bersembunyi sejenak.

Aku sudah memesan tiket untuk konseling online, dan aku membutuhkan seseorang yang mampu menerjemahkan rasaku ini dengan pemahaman yang bisa aku terima; bisa meredakan overthinking dan blaming ke diriku sendiri.

Karena... Rasa ini sulit, karena aku menganggapnya diriku rumit dan aku orang yang canggung dengan emosi orang-orang dan diriku sendiri.

Dan aku pay....

Ah, aku sedang berusaha bangun diriku untuk baik lagi.

Comments