Entah Tingkat Apa

Hai. Lama tidak berjumpa.

Semenjak bulan September memutuskan untuk mencopot aplikasi blogger di ponsel, aku seakan jadi lupa bahwa ternyata aku punya catatan yang selama ini selalu jadi bahan pelampiasan. Hem.

Terakhir aku mengisi di sini ketika hari pertama di umur 21 tahun. Rasanya ya... Seperti hari biasa saja. Aku sebenarnya tidak ingin merasa "senang" di 2 September karena seharusnya aku merasa harus khidmat dan bersyukur karena mama dan papa aku berhasil membawaku ke dunia yang hem-hem ini. Tetapi aku sangat berterima kasih untuk siapapun yang telah mendoakan atas doa-doa untuk kebaikanku di umur baruku ini. Dan terkhusus hadiah jam tangan dari si batur. Iya, Om. Makasih banyak.

Dan mungkin... menurutku memang malam hari adalah waktu tertepat untuk mencurahkan segala isi hati karena...suasananya hening, kita bisa larut dan "melampiaskannya".

***

Aku sebenernya nggak ngerti ada apa denganku, kadang susah dimengerti, keknya bukan kadang lagi deng, sering. Aku kek punya sisi lain yang bisa memunculkan karakter galak atau kesal dengan alasan yang sepele bahkan tidak jelas. Sampai aku mengetik ini, aku masih memikirkannya. Ditambah "bebanku" lainnya yang mulai belajar menempuh semester 4.

Kalo dipikir lagi juga, padahal aku sudah menghabiskan berapa ratus ribu untuk me-time atau jalan-jalan seinginku, tapi masih aja rasanya diri ini belum terhibur.

Dalam masalah pekerjaan, aku mulai merasa kurang srek dan entah apa yang membuat rasa itu terjadi. Sebenarnya, perasaan itu terjadi sudah lama; semenjak setahun lalu. Tidak tahu aku kurang bersyukur, atau kurang introspeksi, atau kurang strategik atau mungkin ada sesuatu yang salah di sini. Tapi aku masih bertahan di sini. Aku tak akan menjelaskan banyak karena aku tahu, ini sungguh privasi, tapi aku berharap aku selalu bisa mencari aman dan selalu bisa menghela nafas ketika menahan sesuatu yang menyakitkan dan... tersenyum. Walau merasa miris.

Tenang, aku kuat. Meskipun aku pernah berkata aku tak kuat, tapi aku masih bernafas dan pikiran baikku masih berjalan. Jadi, aku kuat.

Dalam masalah pribadi... sebenarnya aku mempunyai banyak hajat yang ingin aku wujudkan, tapi mungkin belum menjadi sebuah kebutuhan.

Pertama, aku ingin mengganti ponsel baru. Fyi, aku menggunakan ponsel Nokia 3 yang kubeli Maret 2018 dan dibeli karena handphone lamaku rusak. Dan sekarang Nokia mengeluarkan produk baru dong dan HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHH JIWA KLASIK CINTAKU TERHADAP NOKIA JADI HANGAT.

apasih

Ya, begitulah.

Kedua, aku ingin membeli kamera mirrorless atau DSLR. Perlu kalian ketahui, aku dari jaman SMK merasa tertarik untuk terjun dalam dunia fotografi tapi... Nyali aku cukup ciut haha. Soon, lah.

Ketiga, aku ingin keluar dari zona formal. Aku ingin mengekplorasi pemikiran aku dengan mewujudkan apa yang ingin aku lakukan--yang tak bisa aku share di sini karena privasi--dan membuat diriku luwes dalam "bidang" lain juga pula ingin memperbaiki nilai mata kuliahku yang kebanyakan jelek HAHAHA.



Oh iya, sebenarnya aku tidak tahu ingin memberi judul apakah terhadap postinganku ini karena... Aku hanya ingin mengetik tulisan ini. Ini merupakan sesuatu yang aku resahkan sejak lama, dan baru aku bisa ungkapkan malam ini di sini karena sudah tak tahan lagi.

Mungkin relasi judul dan isi postingan ini adalah... Mungkin aku sedang di tingkat ingin liburan.

tapi u kalo liburan gampangan dah kepala beratnya

iya atuh gimana lagi, aku ge bingung

Ya,

Oh iya, disamping kegalauanku, ada saja yang bisa bikin aku pusing, ada aja suatu hal yang bikin gereget. Contoh yang paling konkrit adalah, aku punya partner kerja yang ya... menurut aku nyebelin abis. Nyebelinnya ke greget sih lebih tepatnya karena aku itu sebenarnya rada entahlah, mungkin kalian yang baca ini tahu aku bagaimana, dan si orang eta teh sok bikin greget, Teu ngarti ah aku ge.

Ditambah aku punya si batur yang makin hari aku rasa ketengilan aku tertular kepadanya. Nggak ngerti deh, ah nggak tau deh. Dua tuh gregetnya.

Tapi sedihnya, aku kehilangan teman seperjuangan. Padahal aku kalo curhat masalah kerja di dia, atau nanya sesuatu yang aman atau nggak nya ke dia tapi... ya sudahlah.



Jadi makin kerasa bahwa bumi itu berputar, orang-orangnya seiring waktu akan datang dan pergi.

Alhamdulillah...

Aku bersyukur karena malam ini punya mood untuk mengetik postingan ini, disela dua diskusi mata kuliahku belum selesai HAHAHA karena bukunya ketinggalan dan posisiku sekarang di mess.

Dan aku bersyukur bisa mencurahkan isi hati aku ke sini karena... aku bukan orang yang mudah bercerita masalah diri ke orang lain, dan memang begitulah fungsi blog aku; pelampiasan. Hehe.

Dan aku bersyukur selagi aku mengetik huruf demi huruf di sini, aku tersenyum lega karena ternyata aku baik-baik saja.

Selamat malam, dan 30 menit lagi menuju hari Senin. Selamat tidur.