Mimpi Tadi Malam

Sebelumnya, terima kasih karena kamu sudah sudi mampir ke dalam mimpiku. Padahal aku tidak memikirkanmu sama sekali.

Terima kasih karena dengan datangnya kamu ke mimpiku tadi, adalah sebuah simbol pamit dengan permisi, walau mimpi adalah hanya bunga tidur. Walau terlambat.

Kita sudah cukup lama tidak berjumpa, walau baru terhitung beberapa bulan. Tetapi, menghilangnya dirimu dalam hidupku adalah satu hal yang tidak aku inginkan, walau aku tahu waktu akan terus berjalan dan siapapun tak ada yang tahu apa yang terjadi.

Namun harapku, aku ingin kamu selalu ada.
Namun nyatanya, aku tidak bisa memaksamu jika kamu tak bisa untuk itu.

Hai, pemilik mata sendu, aku sudah mengikhlaskannya. Karena aku mengerti jika dibayangkan untuk bertukar jiwa.

Dan... Aku di sini baik-baik saja. Dengan hidupku.

Dan... Aku harap kamu selalu baik-baik saja. Dengan hidup, yang sudah tidak kuikuti lagi bagaimana alurnya.

Sekali lagi, jangan khawatir.

Aku baik-baik saja.

Pergilah.



***

"Hei, Ris. Aku minta maaf karena aku menghilang dari hidup kamu tanpa pamit, tanpa bilang apapun. Aku merasa aku nggak boleh ada di hidup kamu. Makasih karena selalu ada, tapi aku harus pergi. Jaga diri kamu baik-baik."

Dan senyum manis melebar dari wajahmu, kamu memelukku dan pergi berbalik lawan dari hadapku.

***



Wnys, 21/08/19