Aku Harap Tapi Nyatanya

Aku harap,

Aku bisa berlalu berjalan dengan lega,
Tanpa harus teringat kamu,
Tidak harus sepanjang perjalanan hari itu pikiranku tak bisa berhenti memikirkanmu.

Aku harap,

Aku bisa tersenyum saat terjebak di sebuah momen yang menyadarkanku akan dirimu,
Di jalan, di suatu tempat, atau suatu hal,

Nyatanya,

Ketika mencoba tegar, entah hati merasa bahwa aku ingin mengulangnya denganmu,
Melakukan suatu momen denganmu sampai menjadi sebuah rutinitas,
Sampai aku menganggap bahwa hanya kamu yang aku ingin,
Hanya ingin kamu selalu hadir di setiap aktivitasku.

Dan nyatanya,

Aku (masih) berharap,

Tapi ternyata,

Aku harus tegar.

Karena kamu, memilih untuk pamit tanpa permisi.

***

Purwakarta, 10 Agustus 2019
Tertanda di Kedai Kopi Kulo.

Comments