1 Mei 2019, 2.30

Mungkin aku adalah salah satu orang yang tidak bisa mengakhiri suatu hubungan, tapi aku bisa untuk tidak peduli.

Entahlah, ada apa dengan pikiranku.

Entah mengapa juga aku bisa segila ini,

Sekarang, tepatnya ku menulis adalah tanggal 1 Mei 2019 jam 2.16 pagi, dengan perasaanku yang tak karuan habis-habisan.

Sekali lagi entahlah, apa akan jadinya dengan tulisan, dengan tuangan hati dan pikiran yang tidak karuan ini.

Tapi, yang bisa aku jelaskan di sini adalah;

Pertama, aku ingin di suatu tempat, kota ramai, aku pernah diajak oleh seseorang yang... intinya aku mengenal dia layaknya kebetulan konyol HAHA, aku ingin ada di sana. Di jam segini.

Selepas di sana, aku akan melakukan yang seakan-akan bisa... bikin aku makin gila di sana. Mungkin, aku akan mengingat seseorang yang pernah mengajakku ke sana, tingkah manis tapi diingat jadi asam, ya... aku akan inget semua, aku akan mencoba ingat semua. Inget orang yang sempat membuay kenangan baru, si batur, mantan batur, temen batur, si batur, si teman, si ieu, si eta, si kitu, si kieu, pokoknya aku akan ingin mereka yang pernah bikin aku sakit meskipun awalnya ia menciptakan hal yang manis.

Setelah aku stres memikirkan hal itu, aku ingin teriak yang keras. Sekeras-keras-keras-kerasnya. Mungkin aku kalo bisa request boleh teriak pake toa, aku akan lakukan itu.
Aku rindu menangis kencang. Beneran.

Sampai aku bisa sadar sesuatu, aku butuh pelukan, aku butuh sandaran, aku butuh kelembutan, perlahan aku mulai menenangkan diri, aku ingat Tuhan, orang-orang baik, aku ingat kedua orang tuaku, aku ingat keluarga.

Sampai akhirnya, aku tertidur pulas di tempat itu

Aku bukan gila, kadang... entahlah, tapi hatiku menginginkannya.