Hidup Itu Kadang Lucu

Setiap kejadian yang kita rasakan pasti ada kesannya sendiri, dan yang terkesan itu membuat kita teringat baik sengaja maupun tidak sengaja dengan apa yang pernah terjadi waktu itu.

Tapi yang aku rasakan pasti, ketika tidak sengaja teringat kenangan itu, rasanya ingin tertawa. Baik dalam hal yang menyenangkan maupun menyedihkan.

***

Saya sedang mengetik postingan ini di sebuah tempat dimana ada wifi.id.

Mengenang wifi.id, aku teringat dengan seseorang yang pernah lama menjalin hubungan bersamaku, mungkin... lima tahun.
Saat itu kami sampai sempil-sempilan dengan laptop kami di sebuah pendopo demi sebuah jaringan internet gratis. Saat itu kami masih sama-sama pelajar jadi sangat membutuhkan sesuatu yang bisa didapat dengan cuma-cuma, kalaupun tidak ada, sekadarnya cukup dengan dana di saku.

Dulu juga suka nongkrong di Telkom untuk menikmati jaringan wifi.id, kadang juga pakai akun doi untuk bisa internetan.

Pada suatu hari, aku memiliki akun wifi.id sendiri karena statusku yang aktif menjadi mahasiswa. Sekarang pun saya mengakses blogger, sambil mengerjakan tugas kuliah menggunakan akun kampusku.

Mengenai wifi.id, hal ini membentuk sebuah kenangan yang manis, tapi jika ingin mengulang rasanya ingin tertawa, tapi lebih ke miris.

Rasaku sekarang saat mengetik ini adalah: tersenyum, ingin tertawa, tapi entah mataku seakan berair.

***

Aku rasa, orang yang "berjasa" karena telah membantuku banyak hal di masa lalu, aku sudah menganggapnya mati.
Aku rasa... entahlah.

Mengapa aku jadi terkenang sedalam ini? Padahal ini lucu. Dulu banyak hal konyol yang terjadi, dengan orang yang sudah "pergi" maupun yang masih berjuang bersama-sama denganku.

Aku merasa banyak sekali orang yang pergi, padahal aku berharap kenangan yang telah tercipta bisa diciptakan kembali dengan orang yang sama.

Tidak, aku tidak akan menangis karena menumpahkan apa yang ada di pikiranku sekarang. Tapi, aku bingung bagaimana caranya agar bisa tertawa atas kenangan lucu yang telah tercipta,
Tapi tidak bisa diciptakan kembali.

Hem, gapapa, Ris, jalani hidup ini, hidup ini akan indah. Yang penting tetap jadi anak baik dan jadi diri sendiri. :)