Penguat dan Pelemah

Aku sebelumnya tidak pernah, di Februari tahun ini, tidur jam segini.

Aku mengetik cerita ini di Nokia 3-ku, jam 12 malam. Entahlah, sedang ingin begadang. Aku rindu masa begadangku.

Maaf, rinduku ini sepertinya aneh.

Banyak hal yang mengganggu batinku semenjak sebulan terakhir. Aku mulai menemukan sosok penguat dan sosok "pelemah" dalam hidupku ini.

Sosok penguatku, aku bertemu dengannya pertengahan Januari lalu. Kalau dipikir lagi, ini konyol sih. Tapi kenyataannya memang begini; aku berkenalan dengan seorang pria manis seumuran denganku, di Tantan, dan belum seminggu kami bertemu dan merasakan "hal indah" itu. Tak perlu kubicarakan, kalian pasti sudah bisa menebak apakah itu.

Jika dihitung, mungkin sekarang adalah tepatnya sebulan aku mengenalnya. Rasanya... Dia seperti teman lama. Entahlah, setiap bertemu ada saja energi baik yang dipancarkan di setiap momen pertemuan hingga membuat suasana hubungan kami menjadi saling nyaman satu sama lain. Aku tidak ingin lebai, tapi inilah nyatanya. Aku tidak tahu apakah ini cinta, atau tertarik, atau penasaran sajakah; tapi aku butuh dia untuk hidup aku, sampai kapanpun. Lebih bersyukur jika ia memang teman hidup di kursi akad 😆
Peace, genks. ✌️

Sosok "pelemahku", duh sebenarnya gimana ya, akupun bingung menjelaskan tentang ini.
Aku adalah sosok orang yang sebenarnya kurang simpatik kalau udah kenal sama orang dan sikap orang itu ternyata "kurang selera" dengan "hidup aku". Tapi aku sebenarnya coba mati rasa dalam artian mending objektif aja. Selama dalam hal lain dia baik, yaudah respect dengan apa yang ia usahakan. Tapi... Ini sudah "sulit untuk aku toleransi"
Aku sebenarnya nggak ngerti. Apa mindset aku yang salah, atau "pelemahku" yang salah. Aku tidak tahu apakah aku terlalu kukuh atau "pelemahku" yang egois. Aku tidak tahu apakah aku yang gila, atau "pelemahku" yang pikirannya "licik". Hahaha, mengapa aku jadi jahat begini sih pikirannya. 😂

Aku benar-benar merasa pelemahku ini adalah beban untuk aku. Level 35/100. Meskipun hanya segitu, tapi pikiran dari luarpun kadang bisa membuat emosiku tidak karuan. Haduh, bawaan moody. Aku tahu, hidup ini harus enjoy. Tapi harus benar. Tapi jika dalam tekanan, apakah akan berhasil?

Aku merasa kemarin dan hari ini sangat menguras emosi baik dan jahat. Karena penguat dan pelemahku kemarin saling beradu membuat building mood. Hahaha.

Ternyata jadi orang dewasa itu lumayan menguras diri, ya. 😂

Kedepannya, semoga aku bahagia dengan penguat dan pelemahku. Penguatku bisa bantu aku untuk bahagia, pelemahku bisa bantu aku untuk belajar banyak tentang hidup.

Sudah jam 12.43.

Akhir kata, semangat kalian semua. Be enjoy, be happy ya genk. Semangat terus 😂✌️