Mimpiku Ancamanmu

Kautahu, seseorang.

Aku merasa diteror oleh "jawabanmu". Banyak alasan, beberapa hal banyak yang kautahu, tapi banyak hal yang tidak kautahu. Aku tahu kau tak akan pernah perlu itu. Kau tak perlu untuk mengerti sisi lain. Kau hanya butuh pelampiasan, atas kecewamu padaku, karena aku di posisi amat salah.

Biar itu yang kaurasa. Bukan hakku mencegah pikiranmu. Aku sudah tidak berhak menyembuhkan hatimu. Aku kejam? Ya. Aku kejam. Aku egois? Ya, aku egois. Tapi, aku merasa dengan alasanku, aku merasa lega melakukannya.

Tadi malam aku bermimpi seakan kamu melukaiku. Entah bagaimana aku menghindar, setelah dalam sekapanmu, aku terbangun. Terlintas kamu di pikiranku. Membayangkanmu dengan pelampiasan-pelampiasanmu yang terlontar di snap WA. Mungkin kesalahanku adalah cara kita berpisah kurang baik, meskipun terlihat baik-baik.

Pantaskah aku untuk memohon maaf (lagi)?

Semoga Tuhan memberimu hati yang tenang, untuk mengikhlaskan hal lalu yang pernah kita alami; bersama.
Biarlah kenangan baik buruk kita jadi pelajaran hidup.

Jaga dirimu baik-baik.

Comments