Cerita Awal 2019

Banyak jalan sulit yang kutempuh di awal 2019 ini.

Saya harus menyelesaikan hubungan dan perdebatan di awalan Januari ini.
Entah mengapa semuanya harus terjadi. Padahal, saya sudah berada di zona nyaman. Kadang masih jadi topik pikiran saya saat sedang sendu.

Saya menempuh perjalanan sendiri ke sebuah kota, sendirian. Dan sebenarnya itu hal "tergila" yang pernah dilakukan; berjalan dengan perasaan tak karuan di tengah keramaian. Saya merasakan depresi, memikirkan pikiran dan hati yang mengapa bisa sekacau ini. Sedikit mengobati luka. Ya, sedikit.

Jangan bilang saya gila, karena saya sudah mengakui bahwa itu hal tergila yang dilalui 😂

Saya harus melepaskan zona nyaman saya di kantor lama. Jumat lalu, saya berkemas semua barang-barang dibantu dengan seluruh karyawan kantor, ke tempat baru. Semoga saya nyaman dengan suasana kantor yang sekarang ditempati. Dan... Hahaha, saya sempatkan waktu saat packing untuk menyelesaikan konsultasi di sebuah aplikasi yang terhubung dengan psikolog yang sudah saya "pesan" minggu lalu, saat pulang dari kesendirian jalan-jalan di suatu kota itu. Mulai dari sini, saya mulai melangkah.

Eh, sebenarnya sudah dari jalan-jalan itu, memang masih mellow rasanya, tapi entah mengapa Allah Maha Baik; banyak teman-teman yang merangkul dan menghibur tanpa saya pinta. Saya tak mengerti lagi, pokoknya saya sayang dengan mereka semua. Apalagi orang tua. Mungkin saya tak cerita tentang hal ini. Tapi, mereka selalu jadi alasan bahwa saya tidak boleh larut dalam hal ini. Harus bangkit.

Saya akan melakukan terobosan baru, yang membuat saya lupa... Hem, sebenarnya bukan lupa, tapi untuk membuat "jarak" dengan masa mellow saya jadi "tidak ber-arti".

Jangan kepo lah, doakan saja saya bisa. 😂

Saya juga mulai menjalin hubungan erat beberapa teman yang pikirannya sejalan, sama dan open-minded. Tidak melulu tentang cowok. Saya butuh hal itu untuk pikiran saya agar tidak selalu stuck dengan jenuh. Hehehe.

Saya harap, masa lalu itu, bisa menjadi hanya pikiran "bersyukur" untuk makin menyayangi mereka yang menyayangi saya, dan tidak untuk selalu jadi pikiran yang mengganggu.

Saya yakin, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.
Saya pasti bisa dengan semua.

Mari kita sama-sama semangat. Hidup kita bukan hanya untuk dunia. Jadi, jangan larut dalam kesedihan. Mari bahagia meraih kebaikan, dan bahagia dunia akhirat. 🌻💚