Aku Ingin Kalian Tahu

Aku ingin mengenalkan kepada kalian.

Seseorang.

Yang jadi alasan mengapa aku bisa senyum-senyum sendiri,
buat aku percaya bahwa rencana Tuhan itu indah,
buat aku percaya bahwa jarak dan waktu sibuk menghalangi hubungan,
buat aku percaya bahwa umur tidak mematok penilaian dari seseorang,
dan... bahagia itu sederhana.

28 Oktober 2018, aku berjabat tangan dengannya, berkenalan di suatu ruangan yang menurutku asing--karena itu pertama kalinya aku ke sana--dan, hanya sampai sana percakapan kamu.

Di suatu fajar akan berakhir, ia mengontak pribadi kepadaku. Dari sana kami berbincang banyak. Ah, sepertinya aku yang berlebihan. Ala kadarnya sih, tapi semua itu berkesan.

Sampai akhirnya, 24 November, kami saling mengakui dengan kenyamanan yang dirasakan di "hubungan" itu. Aku tak menyangka karena bagaimana bisa dengan mudahnya, aku bisa berkenalan dan nyaman secepat itu.

Tapi tak bisa aku pungkiri... Aku nyaman dan sudah larut di dalamnya.
Dengan kenyamanan yang menurutku, ia berikan yang aku butuhkan.

Terima kasih, karena selalu ada buat aku, selalu yakini aku bahwa aku tak pernah sendiri. Selalu menjadi solusi disaat aku punya keluh-kesah, padahal kamu lebih muda 3 tahun dariku...

Terima kasih. 💚




Purwakarta, 24 Desember 2018.
Penggemar nyatamu.

Comments

Post a Comment

Terima kasih yang telah berkunjung dan membaca isi blog ini. Pesanku, berkomentarlah dengan bijak, bukan karena ingin "promosi".