Tentang Sakit Hati

Hai genks!

Tentang sakit hati, mungkin susah sih ya dijelasin bagaimana ini bisa terjadi, tapi aku pengen sharing tentang ini karena... selama vakum nge-blog, asaan teh sok ngebatin ae.

Rasanya sakit hati tuh kek nggak karuan sih, kalo kata orang mah jadi unmood dan butuh moodbooster. Bisa bikin negatif thinking, diam tanpa kata, bahkan sampai nangis loh.

Bagi aku, sakit hati ini kek nyeselin banget. Apalagi kalo urusannya kek antar-personal tapi ngaruh ke "profesinalitas" gitu. Jadinya ngejelekin dah. Aku ngerasa sakit hati ini kek bikin ngeganggu. Apalagi aku orangnya cukup moody, kalo udah pusing sama satu hal, yang lainnya tuh kek ah-nanti-dulu-deh-yang-itu mah karena stuck "moody" nya sampai itu aja. Aku kadang suka kelepasan emosi kalo ada aja yang bikin kesel teh. Kek disaut nggak dijawab--kalo menurut aku masih bisa dia cari/usaha sendiri--atau kalo ngejawaban kek nada bicaranya ngajak emosi Sesuai keterangan di profile ISFP, aku emang bukan orang yang pandai berkata-kata. :(

Aku kadang suka ngerasa nggak adil sama keadaan yang aku rasain, kek kenapa sih merhatiin ke sana mulu nggak liat aku yang harusnya dipentingin juga malah LEBIH PENTING menurut aku. Aku kadang kesal kalo udah ngerasa ada aja yang pengen egois gini-gini-gini padahal aku belum bisa luangin waktu untuk membantu "egoisnya" dia. Kek udah jelas aku sama dia beda alur pas lagi nggak tepat pengen maksain itu sejalur.

Entahlah mengapa pikiran mereka nggak bisa ngertiin, PIKIRAN EGOIS AKU yang bilang gitu.

Kadang kalo udah bener-bener stres aku sok teriak nggak jelas di ruang kerja, kek aku-nggak-peduli-apapun, dan kalo nggak mampir ke mess terus tutup pintu dan....... kalian tau lah apa yang terjadi.

Tapi nanti teh abis gitu nyadar da... Oh harusnya aku nggak gini, nanti teh diem lagi, cari moodbooster sendiri kek jalan dari kantor cuman 3 menit ke Indo**** beli snack atau minuman yang bikin seger biar fresh lagi.

INI KENAPA GUE CURHAT SIH.
NGGAK APA-APA YA GENKS, AKU JADI IKUT EMOSI NULIS INI TUH.

Kadang tuntutan itu kejam ya, mau nggak mau, tanpa mengerti kondisi HARUS diselesaikan.

Balik ke yang seharusnya.

Tapi yang harus kalian tahu, sakit hati bisa bikin emosi kita berfungsi dengan "baik". :)

Selain aku punya masalah sendiri, aku juga kadang denger cerita sih dari beberapa orang bahkan ada yang sampai nangis gegara ngerasa kek sakit hati. Pas dia cerita, aku tau apa dasar penyebabnya.

1. Berharap. Ini menurut aku faktor pertama yang menumbuhkan benih-benih sakit hati. Aku kasih contoh deh. Kek misalnya kita lagi cari kerja yang emang sesuai sama klarifikasi dan keahlian diri kita. Terus ada panggilan tuh dari perusahaan tersebut untuk tes kerja. Kalo di pikiran aku sih, ada yang sampai beberapa orang membayangkan bagaimana dengan mudahnya ia masuk ke perusahaan dari tes kesehatan, tes tulis, kepribadian, interview, sampai lolos dan sukses di sana. Padahal dia nggak tau saingannya sebanyak apa yang akan ia lawan.

Emang sih, kepercayaan diri itu harus, tapi, kalau terlalu berharap?

2. Kamu nggak bisa mengendalikan pikiran itu. Terus-menerus berharap tanpa kendali membuat kita semakin besar untuk menginginkan hal itu menjadi milik kita. Apalagi kalo kita memang merasakan "sebentar lagi" hal itu akan jadi milik kita.

"Bermimpi" itu emang harus sih biar kita tepacu semangat menjalani hidup, tapi kalo kita nggak bisa mengendalikan mimpi itu?

Oke, sekarang masalah IYA dan TIDAK mendapatkan apa yang kita inginkan. Kalo kamu merasa bahagia akhirnya kamu mendapatkannya, kamu belum tentu bisa mempertahankan hal itu untuk selalu jadi milik kamu. Dan kalau TIDAK, hei, teruslah berpositif pikirannya, JALAN LAIN masih banyak dan seharusnya kamu bersyukur karena itu bukan jalan kamu untuk meraih kesuksesanmu, dan Tuhan memberikan petunjuk itu tanpa kamu harus susah-susah memperjuangkan pertahananmu yang mungkin akan sakit dijalani.

Aku ngerasa dari mungkin "seringnya" aku ngerasain sakit hati ini buat aku merasa jadi lebih baik dan bersyukur dengan apa yang aku punya sekarang. Kek sakit hati itu cuman yah, itu kendala kecil yang aku aku positif-thinking bahwa hidup nggak seharusnya sama dengan keinginan kita, apalagi kita hidup itu berkegantungan dengan orang lain. Kita harus memikirkan kepentingan bersama.

Bagi aku, caraku mengatasi sakit hati dengan cara ini:

1. Bersyukur karena kamu merasakan sakit hati. Tuhan memberi kita rasa itu untuk belajar bahwa kita harus lebih kuat menghadapi hidup ini karena ya... tadi, hidup ini bukan tentang kita aja. SEMUA yang ada di dunia kita harus dipikiran juga; dan sekaligus berkah karena dengan sakit hati ini membuat kita merasa lebih baik lagi. Tuhan memberikan sakit agar kita tahu bagaimana rasa sehat, hem? :)

2. Berpikir positif akan ada yang lebih baik dari apa yang kita jalani sekarang. Aku sih kalo misal liat orang udah bikin aku sakit hati dan ngebayangin dia ngelakuin hal itu, aku harus memikirkan bagaimana perasaan dia melakukan itu. Apa sebabnya dia begitu, apa sesakit itu yang ia rasakan karena sebabnya? Bagaimana posisinya saat itu, benar-benar kepepet atau mungkin akunya aja yang egois, ya gitu deh. Pikiran kita harus dibersihkan lagi dengan aura positif biar mood baik lagi.

3. Tenangin diri, atau mungkin... mengasingkan diri? HHAHAH, maksudku, setiap orang yang merasa stres karena sakit hati pasti butuh ruang sendiri untuk menenangkan pikiran dan raganya dari hal-hal yang melelahkan. Ini nggak aneh kok, bagi aku, kita bisa untuk hiking ke gunung atau datang ke rekreasi atau hal yang sederhana; mengurung diri sendiri di kamar dan tidur pun itu cara biar kita merasa tenang. kalau kata kasarnya sih, carilah objek pelampiasan.
ATAU KITA JUGA bisa cerita ke seseorang yang kamu percayai. Ini salah satu hal penting untuk aku, karena entah dengan bercerita, pikiran kita tuh kek plong. Memang mungkin tidak membantu menyelesaikan masalah, tapi untuk menenangkan, ini salah satu caranya.

4. Keep moving forward and be enjoy. SAKIT HATI nggak boleh bikin kamu lemah dan berhenti. Kamu hanya boleh untuk istirahat, bukan berhenti. Hidup ini kek ibaratkan sebuah perjalanan, jika masih jauh, teruslah berjalan karena setiap pemandangannya selalu indah. Gelap bukan hambatan, kalo kata orang yang senang tidur mah, gelap itu enaknya istirahat. Ye kan? hehe.
Yang penting, kamu harus nyaman sama hidup kamu, jangan terlalu ngebebanin, biar kalo sakit hati lagi, kita nggak nge-down banget gitu

5. BE YOUR SELF! ini paling penting. Jangan karena sakit hati kamu berubah ke bukan yang diri kamu. Menurutku ini menyiksa. Kamu harus coba untuk mencintai dirimu sendiri biar kalau sakit hati, kamu sudah tau apa yang harus kamu lakukan. Tapi yang tidak merugikan orang lain ya.
Kalau aku sendiri, kalau sakit hati, aku kek diem aja sih, mencari hal-hal yang membahagiakan, menenangkan diri sembari santai duduk, keluar dari ruangan dan melihat ke langit, mengurung di kamar, dan kalo udah segar, aku bersyukur karena aku jadi tau apa yang harus aku lakukan nantinya.

LAH ITU MAH POIN YANG TADI DONG RIS?!!!

hehe.

Oke, aku dari tadi ngetik apaan sih?

Aku cuman pengen bilang ke kalian. Sakit hati itu bagian dari hidup. Hidup nggak melulu tentang bahagia. Kita harus jadi manusia kuat. Karena jiwa kuat kita yang dibutuhkan untuk orang-orang yang kita sayangi.

.
.
.
.
Dan bertepatan dengan hari ini, 2 September 2018, selamat ulang tahun!


Postingan ini spesial untuk kalian,
Terima kasih untuk semuanya yang peduli sama Riska, baik temen nyata, maya atau pembaca blog/medsos aku,
Aku emang bukan orang yang baik, tapi percayalah, aku pengen dirangkul dan merangkul ke hal yang lebih baik.
Mohon maaf kalau aku ada salah dari sisi manapun, nobody's perfect. Tolong jangan sungkan bilang kalau aku salah, sebaik mungkin akan aku perbaiki.

Semua ini, untuk kalian.

Salam sayang :)

Comments

Post a Comment

Terima kasih yang telah berkunjung dan membaca isi blog ini. Pesanku, berkomentarlah dengan bijak, bukan karena ingin "promosi".