Berlebihan

"Suatu hal yang berlebihan itu tidak baik"

Aku inget banget deh ada yang menasehati kek gitu. Tapi kalo dipikir emang bener sih.

Apapun. Yang. Berlebihan. Itu. Kadang-bahkan banyak. Nggak. Baik.

Semenjak lagi viralnya masalah supporter bola antara xxx vs xxx (males nyebutnya bisi diserbu), lagi-lagi nasehat itu keinget lagi. Apa ya, menurutku kenapa ya mereka bisa segitunya, sampai ada yang harus dikorbankan dan hal itu yang nggak boleh terjadi tetapi... nafsu yang keterlaluan yang bikin semua terjadi.

Tadi cuman contoh nyatanya aja sih. Nggak melulu tentang fanatik ke idola atau pengikut yang nyampe nggak bisa ketinggalan hal apapun tentang hal yang berkaitan.

Segala - apapun. Mungkin.

Mencintai terlalu berlebihan ke diri sendiri, bisa jadi egois dan jadi orang angkuh.

Mencintai berlebihan ke si batur, menjadi "buta" dan kamu mau ngelakuin apapun buat itu, meskipun merugikan dirimu sendiri.

Punya harta yang berlebihan juga sebenernya nggak baik, selain karena "pajak", dan seharusnya ada harta yang dimiliki kita harusnya ada beberapa yang dimiliki orang yang kekurangan.

Sikap kita, yang berlebihan kek posesif, protektif, atau lainnya bikin pasangan jera, kesiksa bahkan bisa aja dia pengen.... Tetotttttttt. Jangan menerka yang ini mah. Eh gimana ya, ini mah tergantung orangnya sih. Kalo suka di over posesif atau sebangsanya, aku kurang suka hehe.

Kita melakukan kegiatan yang berlebihan kek bekerja selalu overtime--karena kerja harusnya hanya 8 jam--itu juga nggak baik buat tubuh. He. He. He. Kek nyindir sendiri ini teh. Apalagi kalo abis overtime tidurnya tidak cukup--karena normalnya tidur itu 7-8 jam--. He. He. He. Kek nyindir sendiri ini mah.
Kek di setiap anggota tubuh tuh ada hatinya tau nggak sih. Harus dingertiin.
Tapi.... Hem. No comment.


Btw, bekerja itu nggak harus melulu tentang dibayar, lho. Apapun yang digerakkan oleh badan itu namanya bekerja. Okehhh genks.

Oke, itu rincian tersebel yang pernah aku rinci. Dan... Setiap berlebihan itu harus kita "kembaliin" iye gak sih kek uang di supermarket, kita harus jujur :D

***

Emang sih Riska bukan orang bener juga. Soalnya baru juga kepala dua. Tapi harus kalian tau di poin pertama, dan itu mutlak; nggak bisa diganggu gugat.

Dan dampaknya dari berlebihan ini bisa bikin rugi sih sebenernya, kek mubazir atau bikin sedih beberapa pihak. Karena setiap apa yang harusnya kita miliki ada takarannya. Hem. Iya kan?

Riska rasa dengan apa yang dimiliki sekarang, alhamdulillah keknya sangat cukup dengan apa yang aku punya kek keluarga, mateam gawe, si batur, dan wankawan magenks sejagad wkwk. Tapi aku masih ngerasa emosiku masih suka berlebihan ngerespons-nya, kek kalo yang bisa dibawa santai aku malah kebawa marah atau khawatir, malah nyampe unmood. Bukan cuman emosi sih, yang aku jelasin tentang kegiatan kadang belum bisa di kontrol.

Tapi asal kita selalu merasa mengerti keadaan diri dan orang lain, rasanya kata berlebihan yang menyandang harus dipikirkan lagi "keberadaannya".

"Berbagi" itu indah, bukan? :) ❤️






Ps: Thx genks udah mau baca sampai barisan kalimat ini, ini tuh sebenernya curhatan risau aku yang sebel sama "berlebihan" tapi aku kek masih ngerasa gitu juga, tapi nggak ngerasa juga haha. Semoga kalian bisa mengambil hikmahnya ya. Menurut kalian, berlebihan versi kalian kek gimana? Sharing di komentar ya, aku dengan senang hati baca dan "membantu" kalo diperlukan. Xoxo genks! :)

Comments