Meiku Sempit Waktu

Assalamu 'alaikum...

Sekarang Juni sih ya, tapi tolong ijinkan aku untuk kembali mengenang masa-masaku di bulan lalu. Cielah.

Kalo boleh jujur, aku sangat tersiksa dari akhir bulan April karena pikiranku stres antara kerjaan menumpuk, dan beberapa hari lagi juga UAS. Alhamdulillah sih akhirnya aku bisa merasakan UAS, meskipun untuk memaksimalkannya aku kek nggak bisa tidur karena pengaruh kopi dan akhirnya waktu itu aku luangkan untuk belajar.

Btw, UAS-ku tanggal 6 Mei dan 13 Mei.

Akibatnya dari itu, mungkin efek capek kali ya, emosi aku kek duh deh kadang sulit dikontrol. Ditambah homesick pula, kacaulah kondisiku bulan lalu.

Beruntungnya aku punya atasan yang alhamdulillah mengerti kondisi aku, jadi karena hari sabtu masuk kerja setengah hari, aku putuskan untuk mengambil cuti. Demi pikiranku. Demi mentalku.

4 Mei 2018, malam-malam aku pergi ke tempat travel menuju Bandung. Awalnya jam 7 malam aku berangkat, diantar oleh Ainun-dia teman kerja-mengendarai motor. Karena kondisi saat itu hujan baru reda, dan jalanan licin, dan kata temenku yang lain dia me-rem pake depan, kami tergelincir. Aku-yang dibonceng dia-hampir banget kepalanya terbentur aspal, untungnya nggak sih, tapi Ainun lukanya cukup bikin aku meringis. Kami dibantu oleh orang-orang di sekitar sana, ditolong dan ditepikan.

Tatapan aku seperti kosong, tetapi aku merasa bersalah-tak bersalah. Memikirkan dan berandai-andai seakan menyesal. Tapi nggak lama aku langsung aktif dengan Ainun seperti tanya sakit yang mana, menguatkan dia. Aku alhamdulillah-nya nggak kenapa-napa. Karena lukaku cuma kecil di telapak tangan, dan memar sedikit di kaki kanan. Dan mungkin rada pegal di pinggul-karena aku nggak mau merasakan sakit itu, cuek aja.

Aku langsung telepon juga bapake-kepala cabangku-dan kontak grup WA dan beri tahu bahwa kami tadi tergelincir dari motor. Sepertinya seperempat jam menunggu, mereka datang dan kami dibawa kembali ke kantor dan berucap terima kasih sudah menolong. Sesampainya, Ainun dipijat dan luka-lukanya dibersihkan dan diobati. Aku masih aktif memperhatikan dan sedikit menolong kek bantu siapin air sampai ke Indo***** belanja apa yang harus dibeli untuknya. Bapake dan beberapa dari yang lain juga bertanya padaku mengenai lukaku, aku hanya jawab cuma luka di telapak aku aja. Karena kalau aku jawab memar dan pegalku nanti nggak bisa berangkat hari itu ke Bandung.

Bapake tanya juga tentang keberangkatanku, dan aku tetap kukuh untuk berangkat malam itu juga. Alhamdulillah, aku diantar sampai tempat travel-padahal sudah malam dan lumayan jauh, sekitar setengah jam di jalan-dan jam 9 lewat beberapa menit aku sudah duduk di mobil travel. Aku nikmati perjalananku dengan tidur dan kebangun ketika pintu mobil dibuka dan kami sudah sampai di tempat akhir travel itu menepi.

Aku turun dari mobil itu, membuka hp dan pilih menu untuk pesan ojek online. Aku perhatikan, sudah jam 10 malam. Wah, aku baru pertama kalinya keluar malam di kota orang jam segitu. Dan aku bahagia karena Bandung memang benar-benar besar; jam segitu masih ramai. Tapi Bandung dingin.

Tak lama driver pesananku datang. Perjalananku sekitar 20 menit menuju hotel. Kiri-kanan aku perhatikan jalan, dan aku melihat beberapa tempat pendidikan yang tetiba aku langsung mikir lah-ini-di-sini hahaha. Dan nggak lama aku sampai di hotel.

Di depan hotel, aku kebingungan. Aku harus bilang apa ke receptionist-nya, ruangnya di mana karena lantai dasarnya cuman lift sama ruang keamanan, mana sepi lagi. Aku berdiri di luar menunggu seseorang berseragam pengaman muncul. Untungnya ada, dan ia mengarahkanku ke lantai 2 untuk ke receptionist. Dalam hati, pantesan si sue urang neangan eta kamana, da di lantai atas, sambil pukul kening.

Aku menuju lift dan menekan 2. Pintu terbuka dan aku berjalan lurus menuju meja receptionist. Aku cuman bilang mau menginap tapi udah bayar. Ia sontak bertanya "Riska Septiani?" Akupun mengangguk. Ia ingin pinjam KTP tapi aku nggak bawa. Kan dodol yak. Aku tanya, apa bisa pakai Kartu Mahasiswa, ia tak punya pilihan lain sepertinya. Setelah beberapa menit diproses, akhirnya aku diberi kartu pintu dan id-password WiFi dan diberi arahan untuk ke kamar.

Eh btw, aku menginap di BnB (biasanya sih pada bilangnya Metro Indah Hotel Bandung), memesan kamar untuk 2 malam demi diriku sendiri. Semalam setengah gopek ribu. Hahaha. Kadang aku pikir itu hedon sekali. Tapi demi aku. Ya, demi aku. Aku pesan dana bayar dibantu Pegi-pegi.
Setengah gopek itu tanpa makan sih. :')

Aku naik lift lagi dan menekan 3, setelahnya berjalan melihat arahan. 3023, dan aku menemukannya. :)

Akhirnya aku sampai juga di kamar sewaku, aku taruh kartu pintu sesuai arahan dan perlahan merebahkan diri di kasur. Ah, perjalanan yang unik.

Aku bangga sama diriku sendiri karena selama rebahan, aku senyum tak henti. Tapi aku baru sadar perjuangan aku belum berhenti sampai sini, jadi aku langsung rapi-rapi barang, rapi-rapi diri, solat, dan... Nggak kerasa sudah jam 00:30 am. Tidur deh.

Sabtu, 5 Mei 2018. Aku terbangun dengan kondisi sendiri di kamar. Aku langsung bangun dan solat. Sesudahnya, aku duduk di pinggir kamar, buka jendela dan... Ya, pemandangan dalam mall. CGV Blitz. Kesengsem jadinya ingin menonton. Tapi, aku nggak punya waktu. Aku harus belajar. Tapi, sebelumnya, aku pergi mandi, berdandan natural dan pergi ke luar untuk makan pagi. Setelahnya, aku rasa belum siap belajar, dan akhirnya aku buat video klip singkat.

Aku belajar sampai adzan dzuhur di hp ku berdering. Solat, terus keluar kamar lagi menuju SMKN 9 Bandung untuk survei tempat ujian, ya, aku ujiannya menumpang. Setelahnya aku ke dalam mall untuk sekarang melihat dan cari makan. Akhirnya aku makan pempek. Balik lagi ke kamar.

Aku punya cerita deh, saat mau survei ke SMKN 9 Bandung, aku kan pesan ojek online. Drivernya bilang ke aku gini "keknya neng orangnya malesan deh" nggak terima dong ya, aku nanya "lah kenapa emang mang?" "iya, kan deket"

Di jalan, driver-nya nunjuk destinasi aku yang..  iya ya, deket banget sue. Malah kalo naik ojek jadi lama lagi karena mutar jalannya hahaha. Terus sampai tempat ujian kan aku keliling. Kondisinya memang sepi. Aku juga chat-an sama temen-temen kuliah maya di grup dan bilang aku lagi di sana. Eh, aku ketemu Retno. Tapi aku baru tau namanya pas besok harinya, itu juga karena ada yang nanya... ya gitudeh. Tapi aku senang ketemu Retno karena dia gampang diajak ngobrol gitu.

Sampai aku di kamar lagi, sampai malam, aku stuck di kamar. Btw selama belajar aku terlalu fokus belajar matematika, bab turunan fungsi gitu ya. Sampai aku sadar ada 3 matkul lagi yang harusnya aku pelajari. Aku cuma sempat mengulang pelajaran matematika, dan agama. Sisanya? Belajar dadakan di tempat ujian.. HAHA.

6 Mei 2018. UAS pertama.
Seriusan, malam sebelum ini aku nggak bisa tidur. Aku cuma tidur 2 jam kali ya. Aku bangun jam 4 dan masih bermalas-malas. Setelahnya aku beranjak dari kasur, merapikan tempat tidur dan sesuatunya yang berantakan, berkemas untuk check-out, mandi, solat, dandan, dan... selfie. 

Sejujurnya aku nggak rela meninggalkan kamar ini, dan semoga aku kesampaian punya ruang sendiri untuk "menenangkan diri" lagi. Hahaha aamiin.

Aku pergi ke lantai 2 ke receptionist dan mengembalikan kartu kamarku, turun ke lantai dasar dan, langsung ke tempat ujian.

Di sana, aku latihan soal mandiri dan melakukan apapun untuk mengingat kembali pelajaran yang akan diujiankan. Selama break-waktu ujian, aku suka bareng sama Pak Asep dan Retno, kita bertiga aja ke kantin, mushola, sampai mau pisah aja bertiga dulu baru berpencar. Tapi ada yang lebih mengesankan selama hari itu:
1. Pertama kali aku cuma bisa mengerjakan soal ujian matematika 5 soal dari 30 soal. Sisanya? Laa haula, capcipcup. ;(
2. Aku jatuh dari kursi karena pengen ambil penghapus, itu udah mulai ujian, pengawas mau membagikan soal dan gubrak!!!! Antara malu dan ngakak ingat ini tuh!
3. Aku mengerjakan soal sampai terkantuk-kantuk karena kurang tidur. Untung sadar pas jam ke-2 aku tidur beberapa Jam ujian ke-3 aku free, kebetulan Pak Asep dan Retno juga. Jadi kami berlama-lama di kantin, dan entah ditalang atau ditraktir jajanannya sama Pak Asep... uh terhatur nuhun deh ;'D
4. Pulang ujian aku balik ke Purwakarta, aku pesan ojek online lagi menuju ke Balibur Town Square. Drivernya ternyata teman ujian seruangan!

Yang poin 4 ini amat mengesankan. Tidak usah disebutkan namanya, ia ambil jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Dia cerita, awalnya dia iseng bukan aplikasinya untuk cari teman pulang, eh nyatanya malah lebih jauh dari rumahnya. Tapi dia mengesankan sekali, sih. Apalagi awal kami bertemu di chat dulu kan, dia bilang di masjid tapi aku liat cuma orang solat aja, dia bilang di parkir tapi yang mana, akhirnya dia panggil nama aku "Riska"-eh nggak tau pake Mbak atau Teteh ya, lupa-terus aku nengok, dia bilang "pesan ***** ya? Tunggu ya!" Aku langsung bengong. Mikir-mikir, lah ini kan tadi seruangan sama aku, yang tadi kegirangan sendiri tempat ujian hari ke-2 nya dipindahin.

Selama di jalan, kami banyak bicara dari hal penting sampai nggak penting. Btw, dia guru les privat. Dan aku kek bilang "wah bisa dong ajarin aku les, dateng ke Purwakarta" hahahahaha. Pokoknya kami banyak bicara deh, apalagi ada insiden dia kek bicara sendiri "lah harusnya tadi gue nggak lewat sini" dan bilang ke aku "ini nggak apa-apa kan muter-muter dulu?" Aku bilang "gapapa, yang penting sampai tempat tujuan".

Dan sampailah aku di tempat tujuan, cukup ramai, dia melepaskan helm-ku dan aku beri bill-nya, kami bertukar kontak TAPI DIA NGASIH NOMORNYA SALAH dan dodolnya aku bukannya ngasih nomorku juga jadi sampai sekarang komunikasi kami hanya sampai situ. Padahal sayang ya, dia bilang ke aku kalo aku ke Bandung lagi nanti kuajak jalan-jalan dan ajarin les privat Inggris. :')
Mungkin bukan jodoh. Jodoh teman, guys. :3

Aku pulang ke Purwakarta bukan ke rumah, tapi ke mess. Sampai mess jam 20:30 dan aku langsung santap Tolak Angin, Larutan, dan berehat diri. Rutinitas lagi.

12 Mei, aku pulang ke rumah setelah rutinitas kerja dilakoni. Cukup melelahkan, apalagi besok pagi sekali aku harus berangkat ke Bandung lagu untuk ujian ke-2. Selama di rumah, aku belajar memantapkan 3 matkul yang akan diujiankan besok, dan persiapannya.

13 Mei,
Aku dibangunin sama mama tersayang jam 4, dan langsung siap-siap untuk ke Bandung, tepatnya ke SMAN 12 Bandung. Singkatnya, aku diantar papa ke tempat travel dan setelah menunggu akhirnya aku naik juga.

Sampai di tempat jam 7:25 berkat ojek online yang mengantarku ke tempat dan beliau memberiku doa agar dimudahkan untuk mengerjakan soal ujiannya. Terima kasih, pak. Aku lupa guys namanya. Tapi beliau baik banget. Meski rada kaku.

Menunggu jam 8:30 untuk masuk ruangan, aku lama memperhatikan mading sekolah, responsku baca mading itu campur aduk. Jadi rindu masa sekolah. Bahkan aku memfoto beberapa dari isi mading tersebut.

Tak banyak yang ingin aku ceritakan selama aku ujian di sana. Tapi kesannya melekat dan memorable. Dari tempatnya yang sejuk jadi bikin mengantuk, dan memang suasananya juga dingin. Ya, kalian pasti tahu maksudku.

Pulangnya, aku pesan ojek online lagi dan menunggu lumayan lama. Sebelumnya, driver-nya telepon aku dan bertanya "ini gapapa driver-nya cewek?" Aku sontak kaget dong, emang apa masalahnya? Dan aku jawab nggak masalah. Aku pikir mungkin ia sedang di rumahnya kali ya soalnya lama juga. Dan driver-nya seorang ibu yang bikin aku nyaman banget sampai nggak sadar sudah sampai tempat tujuan.

Di Balubur Town Square. Aku sampai jam 16:00 di sana dan kebagian pulang jam 18:30! Bayangkan, 2,5 jam menunggu, aku kontak beberapa orang yang sekiranya mungkin bisa "menemani" kesengganganku tapi... Akhirnya aku jalan-jalan nggak karuan. Judul perjalanan nggak karuan itu bernama cari colokan charger handphone. ;(

Menikmati waktu yang nggak karuan itu layaknya setengah hari aku jadi anak kesasar. Tapi aku lalui dengan ya... Gimana lagi. Hahaha.

Ada 1 momen yang masih kuingat di hari itu, tapi aku nggak akan cerita banyak. Jadi kebetulan teman-temanku kek berkicau di Line dan ada yang bilang pengen bersilaturahmi. Karena aku lagi senang mungkin ya, aku langsung kek bilang kalian free kapan, kalau mau terlaksana sharing waktunya. Tempat dan lainnya bisa diatur dan yang respons hanya 1 orang padahal yang baca banyak! Karena sakit hati, aku left. Dan mereka tak merasa itu salahnya. Padahal.......

Astaghfirullah, julid lagi. Maafkan.

Minggu ketiga bulan Mei mulai puasa, tapi pekerjaan masih dan bahkan bikin aku ingin lari. Dari kenyataan. Yang harusnya aku bisa tenang tapi nyatanya nggak bisa gitu. Tapi di minggu itu kek ada planning mau buka puasa bersama se-area Purwakarta. Dan... Yah... Hanya itu.

Minggu keempat bulan Mei, aku merasa waktu mengapa berjalan cepat. Aku udah merasakan gajian, buka bersama se-area terlaksana, dan, sebentar lagi akhir bulan.

Aku bahagia sekali karena buka puasa bersama itu aku dapat 2 bingkisan karena kecentilanku jawab pertanyaan dari panitia. Dan besoknya, kami ke Ranca Upas-Ciwidey untuk "Temu Menteri BUMN"! Yeay!

26 Mei, kebetulan hari itu aku sedang tidak puasa karena sedang datang bulan. Jadi aku sibuk bersiap saja karena makan bisa di jalan. Aku lebih sibuk bikin baju seragam kerjaku kering karena yaa Allah dekilnya.... :(

Selama di jalan aku makan-makan dan teman-temanku yang tidak puasa ikut makan juga. Untungnya selama di perjalanan aku hanya mabuk pusing. Jadi kupejamkan mata dan, entah kemana sadarku.

Ciwidey ternyata jalannya naik tanjakan. Sepertinya jalan gunung, kupikir. Sesampai tujuan, emang sue banget dinginnya. Tapi aku senang karena di sana aku dapat foto yang cukup menarik untuk jadi feeds di instagram :D 

Selama acara, kami-sebenarnya bukan buat aku sih, itu mah acara buat yang kerjanya di lapang, aku kan di kantor-kek dikasih semangat, arahan baik gitu. Dan... Ada achievement buat karyawan terbaik. Uh sampai yang ikut acaranya dapet oleh-oleh e-money dan kaos Asean Games, alhamdulillah.

Pulangnya, kami belanja berjamaah dan aku langsung pamit pulang ke rumah karena minggu depan kebagian piket kantor.

Aku pikir-pikir lagi sih, sebenarnya bukan sempit waktu, tapi kurang liburan. HAHAHA. Tapi gapapa lah ya, kalo lapang waktu, nanti merugi. Hidup itu harus sibuk terus biar bermanfaat. Kalo waktunya lapang, sok geura pikiran kerjaannya nunggu weh, flat moment banget, kan?
Jadi, kalau capek, istirahatlah. Jangan menyerah ya guys!!

***

Halo guys! Masih adakah?

Kalau kalian sudah baca sampai sini, berarti kalian sudah baca cerita ini sampai ujung!

Terima kasih untuk yang sudah menyempatkan baca! Aku bahagia akhirnya bisa isi konten walau dua ibu jariku pegal. Keyboard laptopku rusak entah kenapa. Doakan semoga rezekiku mengalir dan bisa bawa laptopku ke tempat service hehe aamiin.
 
Oh ya, Selamat Idul Fitri 1439 H ya guys! Maafkan lahir batin. Maaf selama ngeblog ada kata-kata yang dibacanya kurang berkenan. Dan yang mungkin pernah ketemu juga kalo ada tingkah yang piaraleun maafkan juga.

Ya beginilah Meiku, guys. Sempat kesiksa lahir dan batin. Aku berusaha untuk jadi lebih baik dari sebelumnya, guys. I'll try.

Btw ini baru Mei, guys. Juni nya menyusul ya!

Bulan lalu gimana nih kalian? Puasa banyak ajakan bukber tapi cuman wacana doang nggak? Atau sama-sama stres juga kek aku? 

Sekian dulu ya. Aku tunggu cerita Mei kalian atau apapun di komentar!  ❤️❤️

Salam dariku,
Riska Septiani.
Semua ini dariku, untukmu. ❤️

***Untuk dokumen singkat kalian bisa lihat di profil @_rissep, sudah Riska highlight stories-nya!***

Comments

  1. Anjir dibilang malesan. :)) Emang nggak sempet lihat maps awalnya? Saya kalau di bawah 1km memilih jalan kaki. Haha.

    Bisa gitu ternyata yang jadi pengemudi temen pas tes. Sayang banget nggak jadi tukeran nomor karena dia salah. Siapa tau di lain kesempatan bisa ketemu lagi deh. :D

    Juni juga bakalan dirangkum jadi satu tulisan gini, Ris?

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih yang telah berkunjung dan membaca isi blog ini. Pesanku, berkomentarlah dengan bijak, bukan karena ingin "promosi".