Beberapa Langkah Untuk Jadi Lebih Baik

Btw, judulnya lebai banget ya hehe.

Nggak, serius. Riska serius.

Riska pernah baca sesuatu, katanya semakin umur kita bertambah, pola pikir kita semakin "dewasa". Eh, benar tida?

Ya, intinya sih gitu.

Riska sekarang sih masih 19 tahun, tapi awal September nanti kalau Tuhan masih beri Riska hidup, umur panjang, angka umurku bertambah jadi kepala dua.

Riska sadar selama ini kelakuan Riska masih jauh dari kata dewasa. Suka emosian, moody yang bikin banyak orang jengkel, sampai kek anak kecil gitu deh manja-manjanya haha. Pokoknya pikirannya masih belum move on dari remaja.

Yang pernah tau aku pasti tau gimana sikapku hahaha.


Aku orangnya masih malesan banget deh, terus belum bisa tahan banting dengan tekanan, kalo mandiri mah ya semua manusia itu ketergantungan. Suka emosian nggak jelas kalo lagi stuck, dan ada hal-hal lain yang harus Riska benahi karena hati juga udah nggak nyaman.

Riska sering banget dinasehati sama bapake tersayang (baca: kepala cabangku) namanya Pak Wahyu: jangan suka emosi nggak jelas, tenang, jangan pernah tunjukin kelemahan kamu, banyak lagi deh. Semenjak aku ber-partner kerja dengan beliau, Riska jadi nggak jaim lagi soalnya biasanya aku suka jaim sama kepala cabangku dulu x))

Tapi ya itu, jaimnya naudzubillah. Maklum, Pak Wahyu masih umur 21 tahun. Makanya seneng kalo sharing, becanda, ngambek teu pararuguh dengan beliau. Hehehe, maafkan aku Pak x))

Selama ini beliau yang berpengaruh dalam setiap nasehat aku, dan aku juga jadi bisa mengendaliin diri aku sendiri walau masih kadang suka kelepasan hem. Ya sekadarnya khilaf sesekali, yang penting terus belajar.

Selain masalah emosi, aku juga mulai membenah dengan masalah hati. Aku putuskan dari beberapa minggu yang lain untuk tak terlalu berpikir tentang seseorang yang menurutku belum pantas untuk aku pedulikan. Bukannya aku nggak akan mau. Masalahnya, Sekarang aku orangnya lebih kek pemilih banget. Jadi aku deket ssama satu cowok, dan dia deket sama aku. Aku coba menghindar dari dia dengan bilang berterus terang kalau aku nggak mau dapat perhatiannya dia lagi. Masalahnya, aku aja untuk balas pesan penting dengan orang "penting" pun aku males, bagaimana dengan dia?

Ya doakan, semoga hatinya dia lega dengan keputusanku itu...

Selain itu, aku juga dalam penampilan udah kek banyak banget perubahannya. Dulu aku cuek banget sama make up, sekarang aku lebih seneng kalo ujung kelopak mataku dicoret sedikit eyeliner dan eyeshadow, bibir selalu diberi warna lipcream, pipi diberi blush on. Bahkan aku kek dibilang nggak biasanya Riska "cantik" begitu oleh satpam bank dan beberapa partner kerjaku x))

***

Setelah beberapa lama aku diamkan tulisan ini, aku jadi kadang ngakak plus sedih sendiri, kadang sulit ya untuk istikomah untuk melangkah ke arah yang lebih baik. Ya kalau untuk melakukannya menurutku masih bisa aku lakukan, tapi untuk kontinu itu sulit.

Aku berharap apa yang aku lakukan tidak berhenti. Aku harus melangkah terus ke arah yang lebih baik. Biar dapet jodoh yang baik juga x)) eh

Jangan jodoh deh, si batur akrab deui jang aku oge udah sangat bahagia kok x)) eh

Ah udah nggak bener. Makasih untuk yang sudah menyimak. Sayang kalian <3


Salam, Riska Septiani.
Semua ini dariku untukmu.

Comments

  1. Apaan pola pikir Abang g kayak orang dewasa hahaha

    ReplyDelete
  2. wuihiii, riska masih 19 thn? sama dong kek akuuu.... 2 tahun yg lalu :'))
    itu bapak kepala cabang apaan umurnya sepantaran aku? muda syekali, choyy. hihiii.
    Hmm, kalo jd dewasa mah, nanti psti bsa sndiri, stlah melewati brbagai macam rintangan hidup, sprti tntg krjaan, cinta, tmen2, kluarga. dll. banyak sih. Haha. Tp klo emg udh ada tekad untuk membenahi diri sndiri dari skrg, ada bagusnya jg :)) ehehee, aku ngmong apasi barusann?

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih yang telah berkunjung dan membaca isi blog ini. Yuk, beri tanggapan kalian di komentar. Karena adanya kalian adalah semangat aku untuk ngeblog terus. Yuhuuu!

Salam, Riska Septiani
Semua ini dariku untukmu.