Nano-nano: Riska di Dunia Kerja

Halo, Assalamu 'alaikum?

Alhamdulillah setelah beberapa minggu sok sibuk--eh nggak pake "sok" deng--dan sekarang bisa meluangkan waktu untuk sharing. Akkkk.

Sebelumnya, yang belum kenal Riska boleh mampir sini dulu ^^

Sebelumnya terima kasih yang kemarin udah ikut nimbrung di postingan sebelumnya. Kebanyakan pada inget postinganku kopdar blogger sih. Hahaha iya itu bener-bener cerita yang nggak pernah aku duga bakal terjadi di hidup aku. Tapi aku senang banget ketemu sama mereka :)
Rencananya asa pengen deh ikut kopdar blogger lagi. Aku pengen ketemu dan bicara unyuk-unyuk, beria senang lah intinya. Kalau misal ada yang mau ajak kopdar di Bandung, Bekasi atau Jakarta hari minggu (atau sabtu jika aku libur) bolehkah aku ikut? :'D

Selain aku inget pernah cerita tentang cinta aku sama orang-orang yang ketemu aku, si batur, dan apapun, aku juga inget pernah ceritain seputar hidup kerja aku.

Aku inget pernah cerita--awalnya--gimana rasanya pahit manisnya cari kerjaan, terus ngasih tips juga biar dapet referensi kerja nggak sia-sia. Sebelum postingan semuanya di blog ini di hapus, postingan itu diklaim paling populer dari postinganku yang lain. Huft, tuh kan diinget lagi si su.....su saya susu bendera.

Selain itu juga, aku pernah sharing gimana rasanya tes kerja dari psikotes, tes akuntansi dan wawancara pas aku ngelamar pekerjaan jadi admin di tempat kerjaku sekarang. Dan tes lapangnya yang kurang lebih 1 minggu untuk memantapkan bidang pekerjaan yang bakalan aku kerjain nantinya. Btw, 10 Oktober lalu adalah tepatnya setahun aku kerja di tempatku. Alhamdulillah.

Aku juga pernah sharing kok, tentang temen-temen aku, tentang susahnya aku beradaptasi dengan dunia kerja serta lingkungan di duniaku yang "baru" saat itu. Butuh waktu beberapa bulan aku bisa nggak jaim sama mereka. Selain itu juga aku pernah ngebayangin dan ungkapkan kagumku dengan cerita di sini, gimana rasanya jadi staff yang kerjanya di lapang. Yes, dari keluargaku di kantor, cuman aku doang yang kerjanya membutuhkan banyak di dalam kantor, yang lain di lapang semua. Sendirian di kantor itu kadang membosankan.

Selain itu juga pernah cerita tentang kebersamaan aku sama temen-temen kantor ketika Gathering ke Cipanas. Dan paling menyakitkan, dipisahkan sama beberapa dari mereka. Siapa sih yang mau perpisahan? Ditinggalkan atau meninggalkan itu rasanya sepertinya sama; sakit.



Dan yang belum Riska ceritain di sini: gimana perasaan Riska selama di dunia kerja. Hem...

Kalau aku sendiri, rasanya itu campur deh. Aku baru pertama kali kerja, dan sebenernya pernah sedikit parno karena belum bisa kuat dengan tekanan. Dan bener aja, Riska pernah nangis pusing karena jenuh, nggak mendukung. Ditambah dengan tuntutan yang belum bisa aku sesuaikan dengan kemampuan aku. Tapi alhamdulillah Tuhan baik sama aku, aku punya tim dan sejuta kebaikan dari mereka. Mungkin pas itu aku belum bisa sepenuhnya mengerti dan adaptasi dengan lingkungan dan pekerjaanku, toh sekarang ngerasa santai sih, walau ya... gitu.

Riska sampai sekarang bertahan kerja di tempat Riska sekarang, karena... di luar sana banyak banget yang pengen di posisi aku. Siapa dong yang nggak mau kerja kantoran dengan segudang kesantaiannya yang aku rasa. Ya aku kan nggak mau ya posisi aku direbut wkwk.

Aku cuma bisa berharap dan berusaha kedepannya aku bisa lebih baik lagi dengan pekerjaan dan partner kerjaku (baca: temen-temen kantor).

Setelah satu tahun bertahan, rasanya aku makin yakin dunia kerja itu bisa lembut kalau kita bisa hadapinya dengan baik. Banyak lho orang yang nggak bisa survive akhirnya dia milih untuk mundur. Aku pernah ngerasa kerasnya. Pasti ada deh orang yang pertama terjun ke dunia kerja dan dia jenuh dan ngeluh macem-macem. AH, manusiawi. Riska juga kadang gitu.

Yang penting mah semangat terus. Selalu pandang positif dalam sisi apapun.



Dan... alhamdulillah, ceritaku berujung juga. Aku sudah buntu ceritanya. Postingan ini sampai terendap di draf selama sebulanan. Huft sedih :'D
Makasih semuanya yang udah mau baca ceritanya, aku harap sama kalian semua yang baca ini jangan pernah nyerah sama keadaan, karena kita stuck sama keadaan itu manusiawi, hanya kita nggak boleh mundur. Keep moving forward, always do and positive thinking yaaaa.

Aku pamit! Wassalamu 'alaikum...


Salam sayang, Riska Septiani
Semua ini dariku untukmu.